.quickedit{display:none;}

Rabu, 03 Mei 2017

PENGERTIAN BOOTING

Pengertian Booting
Untuk mengaktifkan komputer, minimal dibutuhkan tiga komponen, yaitu hardware, software dan user (brainware). hardware merupakan perangkat keras yang terdiri dari CPU, Keyboard, dan perangkat pendukung lainnya. Software adalah program yang mendukung untuk operasional hardware. sedangkan, user atau brainware adlah pengguna komputer.
langkah awal dalam mengoperasikan komputer adalah proses booting. booting adalah proses pemasukan arus listrik kedalam peralatan komputer sehingga komputer dapat berkomunikasi dengan pengguna.
tahap awal proses booting yang dilakukan oleh sistem operasi adalah bootstrap loader yang bertujuan untuk melacak semua I/O yang terpasang pada komputer.
Macam-macam Booting:
  1. Cold Booting
cold booting adalah proses booting saat komputer yang tadinya mati harus lebih dahulu menghidupkan power.
langkah-langkah melakukan cold booting :
1.pastikan bahwa kabel pada power suply atau listrik sudah terpasang dengan baik.
2.hidupkan monitor dengan menekan tombol power pada monitor,
biasanya ada pada bagian bawah monitor.
3.tekan tombol power pada bagian depan CPU..
4.klik tombol start.
5.klik turn off komputer
B.Warm Booting
adalah booting komputer dalam keadaan hidup.
cara untuk melakukan warm booting antara lain mengikuti langkah-langkah (4 dan 5 diatas). 
Booting dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menghidupkan computer. Booting terbagi menjadi dua cara, yaitu cold boot dan warm boot. Kedua booting tersebut sebenarnya sama. Hanya saja, keduanya dibedakan pada kapan waktu kita harus melakukan cara cold boot dan kapan waktu melakukan dengan cara warm boot.
Sebelum kita melakukan proses booting, terlebih dahulu kita harus melakukan hal-hal berikut.
  1. Pastikan semua perangkat komputer telah terpasang dengan benar.
  2. Pastikan arus listrik sudah masuk dalam stabilizer yang telah terhubung ke CPU dan monitor.
  3. Pastikan tidak ada floppy disk dan CD yang terpasang di komputer.
Setelah tiga hal tersebut sudah kita lakukan, kita dapat melakukan proses booting.
  1. Cold Boot
Cold boot atau dalam bahasa Indonesia menghidupkan komputer dalam kondisi dingin. Apa maksud menghidupkan komputer dalam kondisi dingin? Proses cold boot dilakukan saat kondisi komputer mula-mula, yaitu keadaan mati (masih dingin). Bagaimana melakukan cold boot, ikuti langkahlangkah berikut.
  • Keadaan mula-mula komputer adalah mati.
  • Selanjutnya, tekan tombol Power yang ada di CPU/Central Processing Unit.
  • Sesaat kemudian, CPU akan hidup.
  • Langkah selanjutnya adalah menghidupkan monitor dengan cara menekan tombol Power pada monitor.
Tunggu hingga proses booting selesai dan di layar monitor akan tampil desktop.
  1. Warm Boot
Warm boot dalam bahasa Indonesia artinya menghidupkan komputer dalam keadaan panas. Hal itu karena booting saat dilakukan ketika komputer dalam keadaan hidup. Biasanya, warm boot dilakukan karena terjadi proses error pada komputer, yaitu ketika komputer hank (komputer dalam keadaan hidup, tetapi semua perangkat tidak dapat dioperasikan). Pada waktu komputer hank, mouse dan keyboard biasanya juga tidak dapat dioperasikan. Oleh karena itu, warm boot terpaksa dilakukan.
Langkah-langkah melakukan warm boot adalah sebagai berikut.
  • Keadaan mula-mula komputer adalah hidup.
  • Selanjutnya, tekan tombol Reset yang ada pada CPU.
  • Komputer akan mati sebentar, kemudian hidup kembali dan melakukan booting.
  • Setelah selesai proses booting, pada layar monitor akan terlihat scandisk. Hal ini terjadi karena mematikan komputer tidak sesuai prosedur.
  • Setelah proses scandisk selesai, tunggu hingga komputer menampilkan desktop.
  • Apabila komputer meminta user name dan password, masukkan user name dan password terlebih dahulu.
1. PENGENALAN BOOTING
a. Pengertian
Saat sebuah computer dijalankan, system akan mencari sebuah initial program yang akan memulai segala sesuatunya. Initial programnya (initial bootstrap) bersifat sederhana dan akan menginisialisasi seluruh aspek yang dibutuhkan computer untuk beroperasi dengan baik seperti CPU Register, controller, dan terakir adalah Sistem Operasinya.
Pada kebanyakan computer, bootstrap disimpan di ROM (read only memory) kanrena letaknya yang tetap dan dapat dieksekusi waktu pertama kali listrik dijalankan. Letak bootstrap di ROM juga menguntungkan karena sifatnya yang read only memungkinkan dia untuk tidak terinveksi virus. Untuk alasan praktis, bootstrap sering dibuat berbentuk kecil (tiny loader) dan diletakan di ROM yang kemungkinan akan me-load full bootstrap dari disk bagian disk yang disebut boot block.
Perubahan berbentuk simple ini bertujuan jika ada perubahan yang diadakan perubahan pada bootstrap, maka stuktur ROM tidak perlu dirubah semuanya.
Konsep boot block sangat erat kaitannya dengan proses booting pada sebuah computer. Ketika computer dinyalakan, sistem akan mencari sebuah initial program yang akan memulai segala  sesuatu yang berhubungan dengan proses booting. Program ini dikenal sebagai initial bootstrap dan akan menginisialisasi seluruh aspek yang dibutuhkan computer untuk beroperasi dengan baik seperti CPU Register, controller, dan terakir adalah Sistem Operasinya.
Pada Pentium dan kebanyakan computer , MBR terletak pada sector 0 dan mengandung beberapa boot code dan beserta table partisi. Table partisi ini mengandung berbagai informasi misalnya letak sector pertama pada setiap partisi dan ukuran partisi. Agar bisa melakukan boot dari hard disk, salah satu partisi yang terdapat pada table partisi, harus ditandai sebagai active partition. Boot block tidak selalu mengandung kernel. Bisa saja ia berupa sebuah boot loader, misalnya LILO (Linux Loader) atau GRUB (GRand Unified Bootloader). Contoh komfigurasi sebuah inisialisasi boot loader misalnya dapat ditemukan pada Linux Ubuntu 5.04 yang berada pada file “/boot/grub/menu.lst”. sedangkan pada sistem windows XP, konfigurasinya dapat ditemukan pada berkas “C:\boot.ini” degan catatan bahwa “C:\” adalah volume atau partisi yang di-set sebagai active partition.
b. Jenis-Jenis Booting
Berdasarkan keadaan kejadian dari proses booting ini, terdapat beberapa boot,yaitu:
– cold boot, boot yang terjadi ketika komputer dari dalam keadaan mati,  kebalikan dari warm boot.
– warm boot, proses boot yang terjadi ketika komputer diberikan arus listrik kembali, dimana arus listrik dimatikan hanya sejenak, dengan tujuan untuk mengulang kembali proses komputer dari awal, kebalikan dari cold boot. Warm boot ini biasanya terjadi karena software crash atau terjadi pengaturan ulang dari sistem.
– soft boot, proses boot yang dikendalikan melalui sistem.
– hard boot, proses boot yang terjadi dengan cara dipaksa, kebalikan dari soft boot.
– reboot, peristiwa mengulang kembali sistem dari awal, reboot ini terjadi karena beberapa hal, diantaranya seperti sistem tidak bereaksi dalam beberapa lama, terjadi perubahan setting dari sistem.
II. PRINSIP KERJA BOOTING
Booting adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa ingris yang mengacu kepada proses awal menyalakan komputer dimana semua register prosesor disetting kosong, dan status mikroprosesor/prosesor disetting reset. Kemudian address 0xFFFF diload di segment code (code segment) dan instruksi yang terdapat pada alamat address 0xFFFF tersebut dieksekusi. Secara umum program BIOS (Basic Input Output System), yaitu sebuah software dasar, terpanggil.
Sebab memang biasanya BIOS berada pada alamat tersebut. Kemudian BIOS akan melakukan cek terhadap semua error dalam memory, device-device yang terpasang/tersambung kepada komputer — seperti port-port serial dan lain-lain. Inilah yang disebut dengan POST(Power-On Self Test).
Setelah cek terhadap sistem tersebut selesai, maka BIOS akan mencari [Sistem Operasi], memuatnya di memori dan mengeksekusinya. Dengan melakukan perubahan dalam setup BIOS (kita dapat melakukannya dengan menekan tombol tertentu saat proses booting mulai berjalan), kita dapat menentukan agar BIOS mencari Sistem operasi ke dalam floppy disk, hard disk, CD-ROM, USB dan lain-lain, dengan urutan yang kita inginkan. BIOS sebenarnya tidak memuat Sistem Operasi secara lengkap. Ia hanya memuat satu bagian dari code yang ada di sektor pertama (first sector, disebut juga boot sector) pada media disk yang kita tentukan tadi.
Bagian/fragmen dari code Sistem Operasi tersebut sebesar 512 byte, dan 2 byte terakhir dari fragmen code tersebut haruslah 0xAA55 (disebut juga sebagai boot signature). Jika boot signature tersebut tidak ada, maka media disk dikatakan tidak bootable, dan BIOS akan mencari Sistem Operasi pada media disk berikutnya. Fragmen code yang harus berada pada boot sector tadi disebut sebagai boot-strap loader. BIOS akan memuat boot-strap loader tersebut ke dalam memory diawali pada alamat 0x7C00, kemudian menjalankan boot-strap loader tadi. Akhirnya sekarang kekuasaan berpindah kepada boot-strap loader untuk memuat Sistem Operasi dan melakukan setting yang diperlukan agar Sistem Operasi dapat berjalan. Rangkaian proses inilah yang dinamakan dengan booting.
Ketika listrik pada komputer dinyalakan, aliran listrik mengalir ke bagian chip yang ada beserta ke rangkaian elektronik lainnya yang tersambung pada mesin tersebut. Umumnya beberapa komponen bersikap menunggu hingga mendapatkan suatu perintah untuk bekerja, tetapi ada satu chip yang disebut dengan ROM BIOS (singkatan dari Read Only MemoryBasic Input/Output System, kadangkala cukup disebut dengan BIOS saja), bekerja mengambil kendali pada saat awal sistem mendapat aliran listrik pertama kali. BIOS ini berisi seluruh jenis perintah untuk hal ini, sehingga program tersebut harus sudah diisikan ke dalam BIOS itu tadi.
Dengan diambil alihnya pengaturan komputer oleh BIOS, maka dengan demikian berarti CPU siap untuk bekerja.
a b c

Selasa, 25 April 2017

CARA MEMBUAT FILE ISO



Cara Membuat File ISO | File ISO adalah singkatan dari (International Organization for Standardization) yang berbentuk dari archive yang diperolehkan dari optical disc dengan cara mengkonversi. Kegunaannya adalah untuk mendukung berbagai sistem operasi komputer seperti Windows, Mac OS, dan sistem yang berdasarkan pada Unix, seperti Linux. Cara membukanya yaitu dengan memburning ke CD/DVD kosong dengan menggunakan Aplikasi seperti IMG BURNING Dll.
Nah, Mungkin Anda bingung bagaimana cara membuat file atau folder yang telah kita isi, baik itu apliklasi tertentu atau data-data penting dan kita berencana membentuknya kedalam file ISO. Berikut saya jelaskan bagaimana cara membuat file ISO tersebut.
Download dulu Aplikasinya di sini.
Setelah itu silahkan Anda install dan selanjutnya akan terlihat tampilan berikut ini:




ISO CreatorSelanjutnya untuk memulai konveksi ke file ISO silahkan klik add file atau folder dan silahkan cari file yang akan di eksekusi ke file ISO. (Lihat gambar)




Setelah itu silahkan klik save ISO as untuk meletakkan di mana hasil outputnya. Dan terakhir klik Convert untuk memulai Eksekusi.

PENGERIAN DAN MACAM-MACAM BIOS


Pengertian Dan Macam-Macam BIOS

BIOS (Basic Input Output System) adalah berupa sistem yang berisikan tentang kumpulan berbagai informasi tentang motherboard dan juga merupakan software yang berisikan tentang perintah-perintah dasar.

Fungsi utama BIOS adalah sebagai sarana komunikasi antara sistem operasi dengan komponen-komponen yang terpasang pada motherboard.

Tugas dari BIOS itu sendiri adalah :

Mendeteksi dan melakukan konfigurasi antara perangkat-perangkat media penyimpanan standar yang biasa dimiliki oleh sebuah PC.Melakukan POST (Power On Self Test) untuk mendeteksi apakah perangkat vital sudah terinstal dengan benar pada sistem PC. Mendeteksi dan menentukan letak sistem operasi yang terpasang pada PC.Melakukan pengaturan waktu secara real time.Melakukan konfigurasi memori utama maupun memori cache.Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk port-port.Mendeteksi dan melakukan pengaturan frekuensi kerja yang dipakai pada prosessor.Mendeteksi dan mengatur urutan pencarian perangkat untuk booting awal.Melakukan proteksi untuk keamanan PC
Berikut contoh tombol yang digunakan untuk masuk kedalam menu BIOS :
Gambar 1. Macam-macam tombol untuk masuk menu BIOS  

BIOS mempunyai beberapa jenis yang berbeda, dan berikut saya berikan ringkasan secara singkat tentang macam-macam BIOS :

  

1. AMI BIOS

    AMI BIOS adalah BIOS yang dikembangkan oleh Megatrends Amerika. AMI BIOS adalah BIOS Firmware paling populer untuk PC.

Gambar 2. AMI BIOS

2. Phoenix BIOS

    Mengembangkan dan mendukung perangkat lunak sistem inti untuk komputer pribadi dan perangkat komputasi lainnya, produk Phoenix – biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input / Output System) atau firmware – Dukungan dan mengaktifkan kompatibilitas, konektivitas, keamanan danpengelolaan berbagai komponen dan teknologi yang digunakan dalam perangkat tersebut.

Gambar 3. Phoenix BIOS

3. Award BIOS

    Untuk pengertiannya saya tidak menemukannya saya mohon maaf tapi saya akan menjelaskan tentang pesan kesalahan yang terjadi pada AWARD BIOS beserta jumlah beep nya yang ditimbulkan AWARD BIOS.

 Gambar 4. Award BIOS

5. IBM BIOS

    IBM PC datang dengan tiga versi BIOS, yang dibedakan dari tanggalnya, yakni sebagai berikut: 24 April 1981, merupakan versi BIOS pertama dalam IBM PC yang hanya mendukung memori fisik hingga 544 KB. Tidak dilengkapi dengan fitur pemindaian blok memori UMA (Upper Memory Address) untuk beberapa kartu ekspansi (seperti video, adapter hard disk, dan lainnya).19 Oktober 1981, merupakan versi BIOS kedua dalam IBM PC yang hanya mendukung memori fisik hingga27 Oktober 1982, merupakan versi BIOS ketiga yang dapat mendukung memori fisik hingga 640 KB (conventional memory), ditambah dengan fitur pemindaian blok memori UMA. BIOS ini merupakan BIOS yang paling umum digunakan.

Upgrade BIOS hanya dapat dilakukan dengan mengganti chip BIOS yang lama dengan chip BIOS yang baru. IBM menjual kit upgrade BIOS dengan nomor spare part 1501005. 544 KB. Sama seperti halnya versi pertama tapi ditambahi beberapa bugfix.

Gambar 5. IBM BIOS

Lalu berikut adalah menu-menu yang ada dalam BIOS :

  

1Date

     Disini anda dapat mengatur tanggal yang sesuai untuk rel time clock (mm:dd:yy) atau (bulan:tanggal:tahun). Pengubahan tanggal juga terkadang dapat dilakukan untuk menghindari aktifnya suatu virus pada tanggal tertentu.

2Time

     Digunakan untuk pengisian waktu yang tepat (ral time clock). Sebuah real time clock yang salah penyetingannya dapat juga menimbulkan masalah, misalnya jika real time clock itu diminta oleh sebuah online-banking-softwaresebagai kriteria plausibilitas (kewajaran). Rumus untuk memasukkan tanggal ( hh:mm:ss) atau (jam:menit:detik). 

3Harddisk

     Digunakan untuk mengubah setting untuk harddisk. Semua chanel IDE dapat di konfigurasi di sini, mulai dari primary master, primary slave, secondary master, secondary slave. Kolom "type" digunakan untuk menentukan parameter harddisk. BIOS sudah mempunyai 46 konfigurasi yang sudah tersimpan. Pilihan "none" beraarti tidak ada harddisk yang terpasang. "Auto" berarti membuat bios autodeteksi ketika proses booting dilakukan. Pilihan "user" akan memberikan keleluasaan untuk merubah parameter harddisk secara manual.

4Driver A, Driver B

     Bagian ini dapat digunakan untuk menkonfigurasi floppy disk yang anda gunakan. Pilihan yang ada akan menentukan ukuran dan kapasitas yang digunakan. ukuran yang tersedia adalah "3,5 dan 5,25" sedangkan kapasitasnya bervariasi mulai dari 360K, 720K, 1,2M sampai 2,88M. Pilihan "none" jika tidak ada driver yang terpasang.

5.  Video

     Setting ini berhubungan dengan jenis kartu grafik, untuk kartu dengan resolusi tinggi pilih "EGA/VGA". Pilihan lain yang ada adalah CGA40, CGA80 atau MONO.

6Halt On

    Menentukan apa yang menyebabkan PC anda akan berhenti bekerja (halt). Pilihan “all errors” merupakan pilihan yang biasa digunakan dan akan menyebabkan PC anda berhenti jika terjadi kesalahan di sehala komponen. Pilihan “All, But keyboard” akan mengabaikan kesalahan akibat keyboard. Pilihan yang lain adalah “No Errors”, “ All, But Disk”, “All,But Disk/Key”

7Memory

     Ini adalah bagian informasi memori yang terpasang pada PC anda. Base memory umumnya berukuran 640KB, sisanya akan menjadi Extended Memory. Jikka di tambahkan dengan other memory akan menghasilkan total memory yang terpasang dan di tampilkan pada bagian “Total Memory”

Standar BIOS Backdoor Password

Dengan cara mengetikkan password menurut nama pembuatnya (coba salah satu, dan perhatikan besar kecilnya huruf/ Case sensitif) sebagai berikut :

1. AWARD BIOS
AWARD SW, AWARD_SW, Award SW, AWARD PW, award,awkward, J64, j256, j262, j332, 01322222, 589589, 589721,595595, 598598, HLT, SER, SKY_FOX, aLLy, aLLY, Condo,
CONCAT, TTPHA, aPAf, HLT, KDD, ZBAAACA, ZAAADA,ZJAAADC, djonet.

2. AMI BIOS

AMI, A.M.I., AMI SW, AMI_SW, BIOS, PASSWORD, HEWITT RAND,Oder.

Jika cara diatas gagal, password lain yang bisa dicoba (untuk AMI, AWARD atau BIOS lainnya) adalah menggunakan utility DEBUG dari MSDOS. Setelah masuk dalam prompt debug, ketik perintah berikut  :

A. Untuk AMI/AWARD BIOS
     O 70 17
     O 71 17
     Q

B. Untuk PHOENIX BIOS
     O 70 FF
     O 71 17
     Q

C. GENERIK berlaku untuk semua mother board AT (board XT tidak punya CMOS)
     O 70 2E
     O 71 FF
     Q

Catatan : Karakter pertama adalah huruf O bukan angka 0.

Kode Beep Pada Macam-Macam BIOS

Problem / masalah pada komponen PC atau Controller bisa dideteksi dengan suara yang keluar dari speaker saat BIOS melakukan POST. Bunyinya berbeda-beda tergantung masalahnya.

-Kode Beep Pada AMI BIOS :

1. beep pendek

DRAM gagal merefresh

2. beep pendek

Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAMParity (sistem memori)

3. beep pendek

BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama

4. beep pendek

Timer pada sistem gagal bekerja

5. beep pendek

Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor

6. beep pendek

Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik

7. beep pendek

Video Mode error

8. beep pendek

Tes memori VGA gagal

9. beep pendek

Checksum error ROM BIOS bermasalah

10. beep pendek

CMOS shutdown read/write mengalami errror

11. beep pendek

Chache memori error

1 beep panjang 3 beep pendek

Conventional/Extended memori rusak

1 beep panjang 8 beep pendek

Tes tampilan gambar gagal

 -Kode Beep Award BIOS

 

1 beep pendek

PC dalam keadaan baik

1 beep panjang

Problem di memori

1 beep panjang 2 beep pendek

Kerusakan di modul DRAM parity

1 beep panjang 3 beep pendek

Kerusakan di bagian VGA.

Beep terus menerus

Kerusakan di modul memori atau memori video

-Kode Beep IBM BIOS

Tidak ada beep

Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang

1 beep pendek

Normal POST dan PC dalam keadaan baik

beep terus menerus

Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang

Beep pendek berulang-ulang

Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang

1 beep panjang 1 beep pendek

Masalah Motherboard

1 beep panjang 2 beep pendek

Masalah bagian VGA Card (mono)

1 beep panjang 3 beep pendek

Masalah bagian VGA Ccard (EGA).

3 beep panjang

Keyboard error

1 beep, blank monitor

VGA card sirkuit

 

-Kode Beep Phoenix BIOS

  

Kode beep pada Phoenix BIOS sedikit berbeda dengan bunyi beep" pada type BIOS lainnya. Pada PHOENIX serangkaian beep akan dipisahkan oleh jeda, jadi tidak menurut panjang atau pendeknya, misalnya: beep - beep beep - beep - beep beep akan menjadi 1-2-1-2

1-1-4-1

Kesalahan Cache (Level 2)

1-2-2-3

ROM BIOS Checksum

1-3-1-1

DRAM Segarkan Uji

1-3-1-3

Keyboard kontroler uji

1-3-4-1

RAM Kegagalan pada baris alamat xxxx (cek memori)

1-3-4-3

RAM Kegagalan pada xxxx bit data byte rendah dari bus memori

1-4-1-1

RAM Kegagalan pada xxxx bit data byte tinggi dari bus memori

2-1-2-3

ROM pemberitahuan hak cipta

2-2-3-1

Test untuk interupsi tak terduga

1-1-4

BIOS rusak

1-2-1

Motherboard rusak

1-3-1

Masalah RAM, RAM tidak terpasang dengan baik

3-1-1

Motherboard Rusak

3-3-4

Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan baik